SMART CITIZEN UNTUK SMART CITY

afrika selatan
08 04-2016
SMART CITIZEN UNTUK SMART CITY

Pada tahun 2050 Afrika Selatan merencanakan bahwa 80% penduduknya akan tinggal di daerah perkotaan. Percepatan dalam migrasi penduduk desa-kota ini mendapat perhatian dari Wakil Menteri Tradisional Andries Nel.

Percepatan migrasi ini dianggap Afrika Selatan sebagai peluang baru dan juga menjadi tantangan baru. Ini merupakan bentuk meningkatkan pelayanan terhadap warga Afrika Selatan untuk mendapatkan pelayanan yang baik serta efisien.

Akhir-akhir ini banyak yang menggembar-gemborkan Smart City dimana teknologi yang saling terintegrasi digunakan untuk meningkatkan pelayanan seperti pembayaran listrik, air, transportasi, jaringan jalan, pengelolaan limbah, dan pencegahan tindak kejahatan.

Tapi untuk mewujudkan itu semua, kita perlu berevolusi bukan hanya konsep Smart City tapi juga menyertakan konsep Smart Citizen. Seperti melakukan sosialisasi teknologi baru yang nantinya akan digunakan dalam permasalahan kota sehingga dapat memberikan solusi dalam permasalahan tersebut.Ini merupakan permintaan warga metro di Afrika Selatan yang akan melakukan transportasi
Di jantung ekonomi Johannesburg sudah memiliki aplikasi mobile yang dapat ditanamkan pada perangkat smartphone.

Dalam aplikasi ini warga, terutama pengendara dapat melaporkan permasalahan di 7000 kilometer jalan kota yang mereka lintasi. Pengendara dapat langsung melaporkan permasalahan seperti tindak kejahatan, aktivitas mencurigakan, menemukan rute bus dan jadwal keberangkatan, jadwal pemadaman listrik, hingga kegiatan publik yang akan berlangsung.

Aplikasi ini memberdayakan warga dengan alat digital untuk terus terlibat dalam kegiatan kota, sehingga menghasilkan budaya akuntabilitas dan transparansi bersama. Sudah lebih daro 1000 pengendara yang mengirim laporan dari aplikasi tersebut dengan laporan yang berbeda-beda. Seperti jalan rusak, lampu penerangan pecah dan masalah infrastruktur lainnya.  Contoh sederhana seperti Johannesburg yang menunjukkan bagaimana sebuah sosial media menjadi lebih menarik dan menularkan budaya kemitraan publik-swasta dan akuntabilitas.

Saat ini pengikut akun  @CityofJoburgZA sudah mencapati 200.000 orang. Dengan obrolan konstan yang berdengung di media sosial, Kota dapat memahami poin inti yang paling mendesak, dan mulai menangani isu-isu penting (Sumber : itnewsafrica.com)

Related article

  • Geografi Penduduk
    14 11-2017
    Banyaknya penduduk membuat kota semakin sempit

    Kota adalah tingkat pemerintahan terdekat dengan rakyatnya. Mereka lebih baik diposisikan untuk mendengarkan kebutuhan riil penduduknya dan untuk memecahkan masalah global. Kota-kota memiliki tugas untuk menerjemahkan kerangka kerja global dan kebijakan regional menjadi tindakan nyata…

    Read more...
  • Digital-marketing-for-start
    14 03-2017
    Membangun Identitas Digital Indonesia

    Trust atau kepercayaan adalah dasar dari suatu bangunan masyarakat dimana hubungan sosial ekonomi dibangun atas dasar saling mempercayai baik secara langsung atau melalui pihak ketiga. Praktik jual beli, pernikahan, pertemanan, ikatan kerja, kontrak kerjasama, merupakan bentuk…

    Read more...
  • Seoul02
    04 10-2016
    Faktor Manusia Lebih Dominan Dari Teknologi Dalam Wujudkan Kota Pintar

    Alat pintar dengan teknologi baru cenderung bermunculan untuk mengisi di berita utama, sementara itu pakar industri mendesak para pemimpin kota untuk lebih fokus dalam mewujudkan kota pintar dengan warganya, bukan hanya dengan teknologi. Baru-baru ini…

    Read more...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *