Wali Kota Bekasi Dorong Pendidikan Karakter

Wali Kota Bekasi Dorong Pendidikan Karakter
30 01-2018
Wali Kota Bekasi Dorong Pendidikan Karakter

Lembaga Dakwah Islam Indonesia, mengadakan musyawarah daerah (Musda) di Wisma Sakura Nayuta Pekayon, kelurahan Jati Asih, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi.

Musyawarah tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi serta pengurus MUI Kota Bekasi, Camat, Lurah, Babinsa dan Mimaspol.

Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah Kota Bekasi berusaha memberikan kepastian dan perlindungan hukum, tidak boleh mengdiskreditkan sesama suku di Kota Bekasi. “Begitu juga soal keyakinan, karena saya yakin persoalan keyakinan dan keimanan yang ada di hati kita, hanya Tuhan yang tahu,” terangnya.

Menurutnya, keberlangsungan suatu organisasi disyaratkan harus memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Musyawarah LDII Daerah Kota Bekasi ini merupakan forum tertinggi disuatu organisasi, di musda ini juga akan dibahas isu-isu penting, program organisasi masa bakti mendatang, laporan pertanggung jawaban dan yang tidak kala pentingnya adalah ajang demokrasi memilih pengurus baru.

“Untuk itu dalam rangka melanjutkan kepemimpinan LDII Kota Bekasi hari ini akan melaksanakan Musyawarah daerah, yang kali ke lima pada awal tahun ini utnuk menentukan garis besar haluan organisasi, program kerja, dan membentuk pengurus baru periode 2018 – s023,” ujarnya.

Ketua LDII DPD Kota Bekasi terpilih Aji Wijanarko mengatakan, Musda sendiri diikuti oleh utusan 12 Pimpinan cabang LDII, 40 Pimpinan Anak Cabang LDII, organisasi kepemudaan terhimpun dalam LDII, tamu undangan, dan di saksikan oleh para dewan penasehat LDII.

“Sebagai semangat Musda, perubahan sosial, dan Urgensi Persatuan, nantinya akan terbagi dalam tiga komisi, komisi Laporan pertanggung jawaban, komisi program kerja, dan komisi rekomendasi,” ujarnya.

Dia mengaku akan membentuk SDM yang berakhlakul karimah, berwawasan, dan menguasai ilmu dan teknologi.

“Buktinya, tindak korupsi masih banyak, kekerasan ditengah masyarakat, kejahatan seksual, penipuan dll semakin tinggi angkanya. Artinya, orang-orang tak lagi mengindahkan masalah budi pekerti, tata krama atau sopan santun,” katanya.

Related article

  • bappenas fintech
    07 07-2017
    Financial Technology Dianggap Mampu Atasi Permasalahan Keuangan

    Dalam mewujudkan pembangunan inklusif, Kementerian PPN/Bappenas mendukung penenerapan Financial Technology atau Fintech pada sistem keuangan di Indonesia. Menteri PPN/Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan hal tersebut diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan keuangan di Indonesia saat…

    Read more...
  • kota masa depan
    16 05-2016
    SLEMAN TARGETKAN JADI KABUPATEN PINTAR DI 2021

    BEKASI SMART CITY – Salah satu kabupaten di DIY Yogyakarta, Sleman, ternyata tertarik menerapkan konsep kota pintar dalam wilayahnya. Sleman bahkan menargetkan akan menjadi Smart Regency (Kabupaten Pintar) lima tahun ke depan, yaitu pada tahun 2021. Hal…

    Read more...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *